Komponen-komponen Kurikulum

  1.    Tujuan

Tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa : ” Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Tujuan pendidikan nasional yang merupakan pendidikan pada tataran makroskopik, selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan institusional. Tujuan pendidikan institusional tersebut kemudian dijabarkan lagi ke dalam tujuan kurikuler kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Tujuan-tujuan pendidikan mulai dari pendidikan nasional sampai dengan tujuan mata pelajaran masih bersifat abstrak dan konseptual, oleh karena itu perlu dioperasionalkan dan dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk tujuan pembelajaran.

Terlepas dari rangkaian tujuan di atas bahwa perumusan tujuan kurikulum sangat terkait erat dengan filsafat yang melandasinya. Dalam implementasinnya bahwa untuk mengembangkan pendidikan dengan tantangan yang sangat kompleks hampir tidak mungkin untuk merumuskan tujuan kurikulum dengan hanya berpegang pada satu filsafat, teori pendidikan atau model kurikulum tertentu secara konsisten dan konsekuen. Oleh karena itu digunakan model eklektik.

2.    Materi Pembelajaran

Filsafat yang melandasi pengembangam kurikulum terdapat perbedaan dalam menentukan materi pembelajaran. Dalam implementasinya sangat sulit untuk menentukan materi pembelajaran yang beranjak hanya dari satu filsafat tertentu. Prakteknya cenderung digunakan secara eklektik dan fleksibel. Untuk menentukan materi pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal berikut :

 

a)      Tingkat kematangan anak.

Bahan tersebut dapat dicerna oleh anak sesuai masa peka.

b)      Tingkat pengalaman anak.

Pengalaman anak yang lalu dijadikan dasar untuk memberikan pengalaman yang baru.

c)      Taraf kesulitan.

Materi disusun dari yang mudah ke yang sukar.

Susunan Materi pembelajaran yaitu:

  • Sekuens kronologis yaitu berdasar urutan waktu.
  • Sekuens kausal yaitu suatu peristiwa didahului peristiwa lain.
  • Sekuens struktural  yaitu bahan studi mempunyai struktur tertentu.
  • Sekuens logis yaitu bagian menuju keseluruhan.
  • Sekuens Psikologis yaitu keseluruhan menuju bagian.
  • Sekuens spiral  yaitu bahan diperluas dan diperdalam.
  • Sekuens rangkaian ke belakang yaitu bahan dimulai dari langkah terakhir dan   mundur kebelakang.
  • Sekuens berdasarkan hierarki belajar yaitu diurutkan berdasar perilaku siswa.

3.    Strategi pembelajaran

Strategi belajar mengajar menjadi bagian dari proses pengembangan kurikulum. Strategi belajar mengajar yang dipilih berkaitan dengan: Aliran-aliran pendidikan, media pengajaran, dan pendekatan-pendekatan dalam proses belajar-mengajar. 

4.    Evaluasi

Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Dalam pengertian yang lebih luas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: