Pendidikan Kewarganegaraan

MAKALAH

NEGARA BANGSA, NASIONALISME DAN IDENTITAS NASIONALIDENTITAS NASIONAL

 A.    Hakikat Bangsa

Konsep bangsa memiliki dua pengertian (Badri Yatim, 1999), yaitu bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis dan bangsa dalam pengertian politis.

  • Bangsa dalam arti sosiologis antropologis

Bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, dan adat istiadat. Jadi, mereka menjadi satu bangsa karena disatukan oleh kesamaan ras, budaya, keyakinan, bahasa, dan sebagainya. Ikatan yang demikian disebut dengan ikatan primodial.

  • Bangsa dalam arti politis

Bangsa dalam pengertian politik adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Jadi, mereka diikat oleh kekuasaan politik, yaitu negara.

Jadi, bangsa dalam arti politik adalah bangsa yang sudah bernegara dan mengakui serta tunduk pada kekuasaan dari negara yang bersangkutan.

B.     Proses Pembentukan Bangsa-Negara

Secara umum, dikenal adanya dua proses pembentukan bangsa-negara, yaitu model ortodoks dan model mutakhir, (Ramlan Surbakti, 1999). Yaitu :

  1. Model ortodoks yang bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu untuk kemudian bangsaa itu membentuk satu negara tersendiri. Sebagai contohnya, bangsa Yahudi yang berupaya mendirikan negara Israel untuk satu bangsa Yahudi
  2. Model mutakhir yang berawal dari adanya negara terlebih dahulu, yang terbentuk melalui proses tersendiri, sedangkan penduduk negara merupakan sekumpulan suku bangsa dan ras. Conmtohnya adalah kemunculan negara Amerika Serikat pada tahun 1776.

Kedua model ini berbeda dalam empat hal, diantaranya :

  • Ada tidaknya perubahan unsur dalam masyarakat

Model ortodok tidak mengalami perubahan unsur karena satu bangsa membentuk satu negara, sedangkan model mutakhir mengalami perubahan unsur karena dari banyak kelompok suku bangsa menjadi satu bangsa.

  • Lamanya waktu yang diperlukan dalam proses pembentukan bangsa-negara

Model ortodoks membutuhkan waktu yang singkat, yaitu hanya membentuk struktur pemerintahan, sedangkan model mutakhir memerlukan waktu yang lama karena harus mencapai kesepakatan tentang identitas kultural yang baru.

  • Kesadaran politik

Kesadaran politik masyarakat pada model ortodoks muncul setelah terbentuknya bangsa-negara, sedangkan dalam model mutakhir, kesadaran politik warga muncul mendahului bahkan menjadi kondisi awal terbentuknya bangsa-negara.

  • Derajat partisipasi dan rezim politik

Pada model ortodoks, partisipasi politik dan rezim politik dianggap sebagai bagian terpisah dari proses integrasi nasional. Pada model mutakhir, partisipasi politik dan rezim politik merupakan hal yang tak terpisah dari proses integrasi nasional.

C.    Identitas Nasional

Identitas nasional disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara etimologis, identitas nansional berasal dari kata “identitas” dan “nasional”. Kata identitas berasal dari bahasa inggris identity yang memiliki pengertian harfiay : ciri, tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok, atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Dengan demikian identitas berarti ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang dimiliki seseorang, kelompok, masyarakat bahkan suatu bangsa sehingga dengan identitas itu bisa membedakan dengan yang lain.

Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial, sakral, tokoh, bineka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi, dan kelembagaan (Ramlan Subakti, 1999).

  • Primordial

Faktor-faktor primordial ini meliputi : ikatan kekerabatan, kesatuan suku bangsa, daerah asal, bahasa, dan adat istiadat. Faktor primordial merupakan identitas yang menyatukan masyarakat sehingga mereka dapat membentuk bangsa-negara.

  • Sakral

Faktor sakral dapat berupa kesamaan agama yang dipeluk masyarakat atau ideologi doktriner yang diakui masyarakat yang bersangkutan. Sebagai contoh, Uni Sovyet diikat oleh kesamaan ideologi komunis.

  • Tokoh

Kepemimpinan dari tokoh yang disegani dan dihormati oleh masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. Misalnya, Mahatma Ghandi di India atau Soekarno di Indonesia

  • Bhinneka Tunggal Ika

Prinsip bhinneka tunggal ika pada dasarnya adalah kesediaan warga bangsa untuk bersatu dalam perbedaan, artinya kesediaan warga bangsa untuk setia pada lembaga yang disebut negara dan pemerintahannya tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku angsa, adat, ras, dan agamanya.

  • Sejarah

Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu seperti sama-sama menderita karena penjajahan tidak hanya melahirkan solidaritas tetapi juga melahirkan tekat dan tujuan yang sama antar anggota masyarakat itu.

  • Perkembangan ekonomi

Setiap orang akan saling bergantung dalam memenuhi kebutuhan hidup. Semakin kuat saling ketergantungan anggota masyarakat karena perkembangan ekonomi, akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat.

  • Kelembagaan

Faktor lain yang berperan dalam mempersatukan bangsa berupa lembaga-lembaga pemerintahan dan politik.

D.    Hakikat Negara

  1. Pengertian negara

Dari pendapat para ahli, antara lain sebagai berikut :

  • Georg Jellinek

Negara ialah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.

  • Kranenburg

Negara adalah organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.

  • Roger F. Soultau

Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.

  • Soenarko

Negara adalah organisasi kekuasaan masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sovereign.

2.      Unsur-unsur Negara

Unsur-unsur negara meliputi :

  • Rakyat

Yaitu orang-orang yang bertempat tinggal diwilayah itu, tunduk pada kekuasaan negara dan mendukung negara yang bersangkutan.

  • Wilayah

Yaitu daerah yang menjadi kekuasaan  negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyat negara.

  • Pemerintah yang berdaulat

Yaitu adanya penyelenggara negara yang memiliki kekuasaan menyelenggarakan pemerintah di negara tersebut.

E.     Fungsi dan Tujuan Negara

Menurut Mirriyam Budiardjo, fungsi pokok negara adalah sebagai berikut :

  • Melaksanakan penertiban untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat
  • Mnegusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya
  • Sebagai pertahanan
  • Menagakkan keadilan.

Adapun tujuan negara menurut para ahli, diantaranya :

  • Roger H. Soltau

Tujuan negara ialah memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin.

  • Harold J. Laski

Tujuan negara adalah menciptakan keadaan dimana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal.

  • Plato

Tujuan negara adalah memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.

F.     Bangsa dan Negara Indonesia

  1.     Hakikat negara Indonesia

Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia, sebagai berikut :

  • Adanya persamaan nasib, yaitu penderitaan bersama di bawah penjajahan bangsa asing yang lebih kurang selama 350 tahun.
  • Adanya keinginan bersama untuk merdeka, melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
  • Adanya kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
  • Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa.

2.Proses terjadinya negara Indonesia

Negara Indonesia terbentuk melaluiproses perjuangan (revolusi), yaiitu perjuangan melawan penjajahan sehingga berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

3. Cita-cita, tujuan, dan visi negara Indonesia

Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Dengan rumusan yang singkat, negara Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan negara Indonesia terjabar dalam alenia IV pembukaan UUD 1945, secara rinci sebagai berikut :

  • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia ;
  • Memajukan kesejahteraan umum ;
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa ;
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selanjutnya, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2004-2009, disebutkan bahwa visi pembangunan nasional tahun 2004-2009 adalah sebagai berikut :

  • Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai.
  • Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia.
  • Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan [penghidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

G.    Identitas Nasional Indonesia

Proses pembentukan identitas nasional umumnya membutuhkan waktu dan perjuangan panjang di antara warga bangsa-negara yang bersangkutan. Hal ini disebabkan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat bangsa itu.

Setelah bangsa Indonesia bernegara, mulai dibentuk dan disepakati apa-apa yang dapat menjadi identitas nasional Indonesia. Bisa dikatakan bangsa Indonesia relatif berhasil dalam membentuk identitas nasionalnya. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia, adalah sebagai berikut :

  1. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia
  2. Dasar falsafah negara yaitu Pancasila
  3. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
  4. Lambang negara yaitu Garuda Pancasila
  5. Semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
  6. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
  7. Konstitusi (hukum dasar) negara yaitu UUD 1945
  8. Bentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
  9. Konsepsi Wawasan Nusantara
  10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: